Wabup Ogan Ilir,Ardani Menghadiri Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting

Berita34 Dilihat
banner 468x60

Jakabaring,kabarekspres.com-BKKBN bersama Tanoto Foundation mengadakan Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting dengan tema bahasan “Evaluasi Capaian Semester I Tahun 2023 dan Praktik Baik Percepatan Penurunan Stunting Daerah”. Bertempat di Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Banyuasin Sumatera Selatan.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), yang diwakili oleh Sekretaris BKKBN pusat, Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, S.H., M.M, Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, SH.,MH, didampingi oleh Ketua TP-PKK Ogan Ilir, Hj. Faizah Ardani, staf ahli Bupati, serta kepala perangkat daerah pemkab Ogan Ilir dan para pembicara lainnya. 

banner 336x280

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, dibutuhkan upaya dan strategi khusus agar stunting ini dapat terus ditekan. Selain meningkatkan kolaborasi antar pihak, pengelolaan anggaran dan upaya lainnya pun harus terus fokus dilakukan.

Gubernur Sumsel Herman Deru, mengatakan bahwa ditahun 2021 lalu angka stunting di Sumsel mencapai 24,8 persen. Saat itu, dirinya dan Pemkab maupun Pemkot di Sumsel langsung bergerak untuk melakukan sejumlah langkah percepatan penurunan stunting tersebut.

Apalagi, pemerintah pusat menargetkan angka stunting secara nasional harus mecapai 14 persen pada tahun 2024 mendatang. ” Upaya awal yang dilakukan yakni dengan mengumpulkan data terkait angka stunting tersebut sehingga hal itu dapat dijadikan acuan untuk menentukan solusinya, ” jelasnya.

Gubernur Sumsel juga pada waktu itu langsung mengaktivasi kembali Posyandu yang ada di Sumsel sebagai langkah pencegahan.

Selain itu, Sekretaris Utama BKKBN RI Tavif Agus Rayanto mengatakan bahwa Pemerintah pusat sendiri menargetkan angka stunting pada 2024 turun menjadi 14 persen. Dimana saat ini angka stunting nasional sebesar 21,6 persen dari yang sebelumnya mencapai 36,8 persen. ” Peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sangat dibutuhkan dalam upaya ini. Sebab itu, kegiatan tersebut digelar sebagai langkah evaluasi dan menyamakan persepsi dalam menurunkan stunting, ” tutupnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Ilir mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Ogan Ilir siap mengikuti arahan dari pemerintah provinsi Sumsel dan pemerintah pusat tentang Percepatan Penurunan Stunting Daerah khusus nya Ogan Ilir.(EN/KE)

banner 336x280